Epistemic Humility
Saya hari ini baru belajar suatu konsep baru yang cukup menarik, namanya epistemic humility. Konsep ini, yang selanjutnya akan saya tulis dengan EH, secara heuristik merupakan bentuk pengakuan bahwa seseorang selalu punya kesadaran aktif untuk memperbaharui sesuatu yang ia ketahui. Konsep ini saya temukan setelah melakukan diskusi menyenangkan dengan AI tentang keterbukaan sekaligus keketatan dalam menerima kritik yang ditujukan pada seseorang.
Merefleksikan kembali EH, saya teringat kutipan Newton bahwa ilmu pengetahuan berdiri di bahu raksasa; akan selalu ada kebaruan dalam pengetahuan dan penting untuk tidak menganggap gelas sudah terisi penuh dengan pengetahuan yang sudah ada. Ada contoh menarik soal EH ini, Harari dalam bukunya yang berjudul Sapiens mencatat sesuatu yang menarik soal perbedaan tradisi kartografi. Peta-peta lama, termasuk banyak peta dari tradisi Islam dan Eropa abad pertengahan, cenderung digambar sebagai gambaran dunia yang sudah lengkap dan final. Tidak ada ruang kosong seolah seluruh dunia sudah diketahui dan tidak ada yang tersisa untuk dijelajahi. Sebaliknya, peta-peta eksplorasi Eropa modern mulai secara eksplisit meninggalkan wilayah bertanda terra incognita, tanah yang tidak diketahui. Ruang kosong itu sengaja dibuat sebagai pengakuan jujur atas keterbatasan pengetahuan, dan justru pengakuan itulah yang mendorong ekspedisi untuk mengisi kekosongan tersebut. Pada masa modern ini, kita ketahui bersama kemasyhuran benua biru tersebut. EH sedikit banyak memengaruhi bagaimana hal ini dapat terjadi.
Analogi peta ini menggambarkan dengan tepat apa yang dilakukan EH dalam kehidupan intelektual seseorang. EH sebagai mental model menyediakan ruang bagi pertumbuhan, sedangkan kritik menentukan arah dan energinya. Apa yang dibutuhkan oleh EH bukan keterbukaan penuh terhadap kritik, tapi pertimbangan atas semua kritik yang masuk.
Hubungan dengan Bayesian Thinking
- Prior => keyakinan awal sebelum ada bukti baru
- Likelihood => seberapa kuat bukti baru itu relevan
- Posterior => keyakinan yang sudah diperbarui setelah melihat bukti
0 komentar:
Posting Komentar